Minggu

AKHIR CERITA CINTA

Tetes air mata duka berlinang dalam buaian kesedihan
Bersenandung saat kau akhiri cerita cinta kita
Kau bersanding dipelaminan dengan yang lain
Dengan rona muka yang membuatku tertepa

Dalam tunjaman kesedihan yang kau beri
Ku coba berlari menghapus nestapa
Berlari dalam kegalauan hati
Hingga penat menghentikan semua

Penantian cinta yang terpaut
Kini kandas saat kau memilih dia
Air mata duka pun tertambat
Membuat hati merintih lara

Selasa

"JANJI"

"Reminder Note : 19~10~2007"
"Kini aku merasakan kasih sayang yang sebenarnya dari dia. Kebahagiaanku kembali seperti dulu. Tuhan izinkan dia selalu bersamaku. Karna aku sangat menyayangi dia. I love you and I miss yo, my honey."

Kata~kata ini masih saja membayangi ingatanku. Sebuah kata~kata yang yang tertulis didalam buku catatan milik dia untukku.
Waktu pertama kali aku baca, aku merasa bahagia banget. Karna dia sangat mencintaiku. Lalu aku berjanji pada diriku "aku ga akan menyakiti dia." aku percaya kalau dia adalah jodohku. Jodoh yang di takdirkan untukku.
Waktu itu aku sempat di uji dengan datangnya seorang wanita dalam hidupku. Aku merasa nyaman dengan wanita ini. Tapi karna janji itu aku membuang rasa itu. Hingga aku harus nyakitin dia.

Tapi sekarang.
Janji itu malah menyakitiku. Aku benar~benar sakit karna janji itu. "Janji" yang membuat aku tak bisa melupakan dia. "janji" yang membuat aku tak bisa mencintai yang lain.

Tapi aku akan coba mencintai yang lain. Walau kini aku rasa sulit tuk mencintai.

Rabu

curhat

Ya Allah.
Kenapa susah banget ngelupain seseorang dalam hidupku. Setiap saat aku kangen banget sama evha. Aku bener2 sayang banget ama dia. Walau dia sudah merit, aku masih tetap menginginkan dia jadi kekasihku seperti dulu. Aku tau itu mustahil bagi aku.


Tapi jujur dari dalam hatiku kalau aku masih mencintai dia seperti dulu. Aku merasa nyaman banget saat aku bersama dia. Tapi sekarang aku tak tau apa yang kurasakan hanya kepedihan yang mengiris hatiku. Tanpa aku bisa memiliki dia seutuhnya. Andai semua kejadian pahit yang di alami evha nda pernah terjadi. Aku sekarang pasti masih memeluk evha dengan eratnya. Masih bisa mencium dia. Tapi sekarang semuanya hanya khayal yang tak dapat kuraih
walau beribu cara kucoba tuk memilikinya lagi. Tapi semua itu takan mungkin mengemblikan evha dalam dekapanku. Karena dia kini tlah menjadi istri bagi orang lain. Aku benar benar terpukul saat aku mendengar dia sudah menikah. Dia tidak memberi tau aku kalau dia menikah. Sebenarnya aku pengin nangis sekencang kencangnya waktu mendengar dia menikah. Tapi aku itu cowok. Cowok tak boleh menangis hanya karna hal sekecil itu. Mungkin bagi orang itu hal kecil, tapi sebenarnya bagi aku itu adalah hal besar yang merubah semua impianku tuk bisa bersamanya. Aku kalut banget sampai sampai beberapa hari aku tak bisa tidur nyenyak seperti biasanya. Nafasku seakan hilang setengah. Aku sesak tuk bernafas. Ingin rasanya ku akhiri semua perjalanan hidup ku. Tapi seperti biasa. Aku tak mampu, aku kasihan ama ortuku. Aku belum bisa berbakti pada mereke. Aku belum bisa membalas kebaikan mereka. Aku masih ingin melihat ortu tersenyum walau aq sebenarnya menangis.

Maafkan aku

Sebenarnya aq dah merasa dari dulu. Kalau kamu itu berubah bukan seperti kamu yang dulu. Tp semua itu aq acuh kan karna stiap aku bertnya kabar mu kau blang baik2 saja. Tp seperti yang aku duga, disana kau sllu trsiksa menahan tangismu seorang diri kw tak mau berbgi dnganku. Pdhal dulu kau slalu crita apa aja tentang mu. Hingga aq tau smua tentang mu. Kau sllu percaya pada ku. Tapi tuk kali ini knpa kau tak mau berbagi. Tapi syukur akhirnya kamu mau berbagi dngan ku lagi. Walau aq sudah terlambat. Kini kau telah bersamanya. Krn sekarang dialah yang pantas menjadi tempat berbagi untukmu. Semoga kau bahagia setelah derita yg dulu kau rasa. Maafkan karna dulu aq tak bisa bersamamu berbgi dngn deritamu.

Sabtu

Kebodohanku

Ingin ku teriakan rasa yang mengganjal dada.
Mengungkap cerita yang ingin aku bina.
Namun ku tak bisa melontarkan rasa.
Karna ada dia yang lebih dulu ada.

Pedih menutup rasa cinta yang mengganjal lara.
Membuat hati gelap seakan buta.
Menutup nafas bagai tak bernyawa.
Hanya kerinduan yang membuat ku tetap ada.

Berkali-kali ku rasa.
Berkali-kali ku merana.
Tapi tetap ku tak bisa merubah semua.
Karena betapa bodohnya aku.
Bodoh...
Hingga tak bisa merubah rasa yang dulu perna ku rasa.

Sakit...
Memanglah sakit, memendam rasa cinta.
Padahal dia sudah ada di depan mata.
Sakitnya begitu terasa saat aku merindukan dia.
Begitu sangat terasa saat dia jauh meninggalkan kita.

Bodoh...
Bodoh...
Bodohnya aku.
Begitu bodohnya aku.
Hingga ku tak bisa memberi kebahagiaan dalam hidupku.

Begitu bodoh...
Bodoh...
Bodohnya aku.
Tak bisa mengungkap cinta.