Tetes air mata duka berlinang dalam buaian kesedihan
Bersenandung saat kau akhiri cerita cinta kita
Kau bersanding dipelaminan dengan yang lain
Dengan rona muka yang membuatku tertepa
Dalam tunjaman kesedihan yang kau beri
Ku coba berlari menghapus nestapa
Berlari dalam kegalauan hati
Hingga penat menghentikan semua
Penantian cinta yang terpaut
Kini kandas saat kau memilih dia
Air mata duka pun tertambat
Membuat hati merintih lara
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Minggu
Sabtu
Memberi Hati Mendapat Cinta Memberi Cinta Mendapat Bahagia

Mau coba ikutan Kontes Menulis Peribahasa. Walau ga bisa bikin pribahasa tapi di coba deh. Kalau ini masuk yea syukur. Kalau ga masuk ya nda pa2. Yang penting dah mencoba. Ok
Pribahasa: Memberi Hati Mendapat Cinta
Memberi Cinta Mendapat Bahagia
Artinya: "Bila seseorang memberi dengan ikhlas, dengan hati. Maka orang itu akan mendapatkan yang berlipat dari pemberiannya"
Seperti yang pernah terjadi dalam hidupku.
Waktu itu aku sedang bekerja di jalanan (ya iyalah namanya juga anak jalanan). Ada seorang kakek yang duduk di samping aku. Yang kecapean sehabis menjajahkan dagangannya.
Tau ga apa yang kakek itu jajahkan?
Hanya 2 karung kapuk kapas yang tak seberapa harganya yang dia petik sendiri di belakang rumahnya. Yang dia pikul dari desanya hingga ke desaku. Padahal jarak antara desaku dan desa si kakek itu cukup jauh kira-kira 1 jam perjalanan itu pun kalau pakai sepeda motor.
Sedangkan kakek tua itu jalan kaki dari desanya hingga sampai kedesaku hanya untuk menjajahkan 2 karung kapuk kapas yang tak seberapa harganya.
Aku tersentuh banget mendengar cerita si kakek itu. Selama aku hidup di jalanan baru pertama kali ini aku mendapat pelajaran yang sangat berharga banget. Sampai tak terasa aku meneteskan air mata.
Setalah itu aku bertanya pada kakek. Apa kakek sudah makan.
Tapi kakek itu menjawab sambil terseduh "bagai mana mau makan nak. Kapuk bapak ja belum laku satu pun. Jadi dari tadi pagi bapak ga sarapan".
Lalu aku merenung sejenak dalam hati. "Ternyata masih ada orang miskin dari aku. Aku kasihan sama kakek ini."
Lalu dengan uang seadanya di saku ku pun mencoba mengajak makan siang si kakek."yuk kek, makan yuk. Tenang deh aku yang traktir." ajak aku walau sebenarnya uang disaku ku hanya cukup untuk makan siangku dan makan malam nanti. Tapi aku percaya Allah past ngasih rizki buat makan malam aku nanti.
Walau si kakek sempat menolak. Tapi aku tetap ngotot ngajak si kakek. Hingga akhirnya si kakek mau tapi si kakek minta nasi itu di bungkus.
Lalu aku bertanya sama si kakek."kok di bungkus pak? Mending makan disitu trus bapak bisa pilih lauknya"
Tau ga jawaban si kakek apa? Si kakek menjawab "biar bapak bisa makan sama istri bapak. Istri bapak juga pasti belum makan"
Mendengar jawaban si kakek aku semakin iba. Semakin ingin menangis. Ternyata masih ada cinta sejati di dunia ini.
Betapa setianya si kakek. Walau dia menahan laper dari tadi pagi tapi dia tetap ingat dengan istrinya. Betapa terharunya aku melihat kesetiaan si kakek. Walau dia sudah tua tapi dia masih tetap setia.
Kemudian aku pun mengajak kembali si kakek." ya udah pak kita makan dulu. Terus nanti ngebungkus buat istri bapak" walau pada akhirnya aku menghutang dulu pada ibu warung.
Tak di sangka dan tak di duga esok harinya aku mendapatkan rizki yang cukup berlimpah dari Allah S.W.T.
Aku pun bersyukur banget.
Andai waktu itu aku melihat si kakek itu lagi aku pasti akan membagi sebagian rizkiku pada si kakek.
nb: maaf bila ada kata2 kurang enak dibaca. Soalnya kejadiannya dah cukup lama. Sudah ingat-ingat lupa. Apalagi ngeterjemahin bahasa jawa ke bahasa indonesia. Gampang2 susah. He...he..he...
Langganan:
Postingan (Atom)