Rabu

Harapanku Kepada "Sang Tercinta"

Ya Rabb,
setiap hari kuterima nikmat-Mu
setiap hari pula aku mengkufurinya
setiap saat Kau tuntun aku
setiap saat juga aku melupakan-Mu
Lama tak kuketuk pintu-Mu
namun aku ‘menyalahkan-Mu’
Lama tak kuuntai do’a
tapi ku ‘kecewa’ pada-Mu
sungguh …
tiada yang lebih kekanakan selain aku
lupa saat nikmat melimpah
marah saat ujian menimpa
ibadah tak bermakna
tuntutan tak terkira
Ya Rabb,
ampunilah aku
ampunilah..ampunilah
Ya Allah ya Goffar telah lama aku mengabaikanMU,
aku telah salah mengambil jalan,
tubuhku sudah penuh dbalut lumpur
kebusukan dosa,
jangan biarkan jiwa dan ragaku bermanja dengan dosa
jangan larutkan aku dalam mengelabui segala kesalahanku dengan
lalai terhadapMu
jangan batukan jiwaku dengan kesalahan yang nyata
sehingga membawaku malas dan tak bergerak pada Pertaubatan
ampunilah aku...
Bawa aku ke hariba'anMU..
Maafkanlah aku...
Bangunkan aku dari ketergelinciranku,
Terangilah diriku dari masa laluku yang gelap gulita
bimbinglah aku untuk menundukan kehendaku,
serta segarkanlah jiwaku dengan siraman cintaMU.
Amin ya Allah ya Rabbal alamin

Senin

Aku dan jalanan

Jalanan.
Banyak orang berfikir negatif dengan satu nama ini.
Ya jelas !!.
Karna disini lah berbagai situasi terjadi. Dari kebaikan sampai kejahatan yang paling jahat bisa terjadi disini.
Karena itu banyak orang berpendapat jalanan adalah tempat terburuk di dunia.
Tapi tidak bagi aku dan anak jalanan lainnya.
Dari pagi sampai siang. Dari siang sampai petang aku bergelut dengan pekerjaanku. Mencari sesuap nasi untuk melanjutkan hidupku. Walau terik sang surya menggigit hingga ke ubun-ubun tapi ku harus tetap bertahan mengalahkan rasa itu demi segumpal nasi tuk mengganjal perut kosongku.
Ku tak perduli orang lain menganggap pekerjaanku hina, yang penting pekerjaanku ini di ridhoi Allah S.W.T.
Walau aku tak mencuri. Tapi aku sering di caci maki. Cacian yang mengisih, mencabik hingga mengoyak perasasan yang membuat perih menikam hati. Ku hanya bisa berpasrah diri, bersabar dan memohon pada-Nya agar ku bisa bertahan menghadapi cobaan-Nya.
Biarlah orang lain berprasangka, biarlah orang lain mengejek, hingga mencaci asalkan hatiku tetap memegang aturan-Nya.
Walau hanya "jalanan". Tapi dari situ aku banyak belajar pengalaman, hingga renungan yang memerlukan kesabaran.
Dari "jalanan" aku jadi tau apa arti pengorbanan. Pengorbanan pada diri sendiri hingga orang lain.
Walau aku hanya anak "jalanan". Tapi aku masih tetap berkarya mengindahkan nama bangsa.

Minggu

Penghianatan


Aku berharap engkau berhasil dengan penghianatanmu...



Engkau menghianatiku, menikam, menusuk dan membuat hatiku berdarah kembali...



Aku meringis, sakit, menjerit dan menangis...



Bukan luka menganga yang terasa sakit, namun jauh dalam dadaku, ada rasa yg sangat perih menggigit...



Hatiku perih, perasaanku pedih, jiwaku terluka parah luar biasa...



Namun, aku masih tetap biza brkata :
"smoga engkau bahagia, semoga engkau sukses dengan penghianatanmu terhadap rasa cinta kita..."



Dimalam hari tepatnya 3 bulan yang lalu...



Tiada guna kalimatmu "i'll give my life for U" ini...



Pungutlah kembali atau buanglah itu dr hidupmu...



"good bye"

Setia (hanya untukmu 2201)

Bila cinta telah dibatasi jarak dan waktu

Hari-hari pun sepi tanpa hadir mu

Ingin ku gurat cinta yang lain

Namun semua itu terhalang oleh hadir bayang mu


Betapa rindunya hati ini tanpa mu

Tanpa dekapan sayang mu

Namun semua itu

Takan rapuhkan cintaku padamu

Cintamu telah terpatri dalam relung hatiku


Andai Tuhan menciptakanmu hanya untuk ku

Kan ku langkahi waktu ini dengan bahtera cintaku

Mengarungi luasnya samudra kerinduan

Tanpa berlabuh pada cinta yang lain


Hanya bayangmu yang kan menjadi pelita dalam klabunya hatiku

Yang akan menerangi setiap langkah kakiku

Jumat

Mentari Pagi

Wahai mentari pagi

Temanilah aku

Dalam kesendirianku

Dampingi aku

Langkahi hari ini dengan kehangatanmu

Berikanlah cahaya mu

Dalam sepinya hatiku

Dan jadikanlah aku

Sahabatmu

Biarkan aku

Menceritakan semua kerinduanku ini padamu

Hanya kau

Yang selalu setia menemaniku

Di saat semua orang

Tak lagi menganggapku


Wahai mentari pagi

Sampaikan salam rinduku untuknya

Katakan disini ku sangat merindukannya

Sangat menginginkannya mendampingiku

Disaat aku menantimu dikala fatar melambaikan dinginnya

Senin

Bayangan ( rasaku )

Ingin Ku jadi jadi bayangan
Yang slalu ada
Menemani di mana pun kau berada
Yang selalu ada
Berbagi dengan apa yang kau rasa

Tapi ku hanya manusia
Yang tak pernah kau anggap ada
Walau sesungguhnya aku ada
Dan akan selalu ada
Tuk berbagi dengan apa yang kau rasa

Namun cinta yang aku rasa
Tak mampu aku ikat dalam kata
Ku hanya bisa mengubur cinta dalam jiwa
Hingga kau tak pernah tau dengan apa yang ku rasa

Jumat

Cinta Yang Tertabu ( Terlarang ) bab 2

Bel berbunyi menandakan jam pelajaran telah selesai.
Semua siswa pun berpacu untuk meninggalkan kelas.
Sedangkan amel, reny dan fesya melangkah menuju tempat parkir untuk menanti adit menjemput amel.

"Mel, ada dani tuh. Cakep banget yeah !"     kata fesya saat melihat dani yang sedang menuju mobilnya.

"Iya tuh mel, Dani cakep banget."
"Kenapa sich kamu menolaknya. Padahal dia cakep banget."

"Ya sudah kalau kamu naksir dia, samperin aja. Dan tembak dia."    jawab amel dengan getus.

"Tuh mel, Dani senyum tuh."
"Duch manis banget senyumnya"    Sambung fesya jadi salah tingkah.

"Udah jangan liatin dia terus. Nanti dia kepedean." 

Tak lama kemudian akhirnya adit datang memakai sepeda motor kesayangannya.

"Hai sayang."
"Udah lama nungguin yeah?"    sapa adit.

"Enggak lama kock."

"Boong tuch."     kata Reni.

"Dari mana saja sih kamu. Kock jam segini baru datang."
"Amel dari tadi resah terus tau !!!"
"Takut ada apa-apa dengan sang pangeran." ejek fesya.

"Maaf thayang. Tadi aku di panggil kepala sekolah."

"Enggak apa-apa kock."
"Emang ada apa sampai di panggil kepala sekolah?"     tanya Amel.

"Ya biasalah, Sebentar lagi kan mau ujian. Jadi kita di suruh ini, itu."
"Yuck kita pulang."    ajak Adit.

"Ya sudah yeah teman-teman. Kita pulang dulu."    pamit Amel kemudian naik sepeda motor Adit.

"Dit, jagain Amel yeah."
"Awas kalau besok aku lihat kulit amel sampai l├ęcet."
"Aku akan bikin kamu menangis darah."     kata reni mengancam.

"Ok. Bos."
"Aku akan jagain bidadari ini dengan nyawaku sendiri."
"Kalau sampai ada yang berani menyenggol bidadari ku ini.!!"
"Aku akan buat perhitungan sama dia."      jawab Adit sambil senyum kecil.
"Ya sudah yeah. Kita jalan duluan."


Sepeda motor pun melaju di atas jalan raya, di tengah-tengah kota. Dan Amel pun memeluk badan adit dengan erat.

"Sayang laper nda?"
"Makan mie ayam yuck"    ajak Adit.

"Terserah kamu. Aku sich ikut aja. Asal bisa bersama kamu."    jawab Amel sambil memeluk manja.

"Ya sudah kita makan mie ayam dulu."
"Di pertigaan jalan sana ada mie ayam favoriet aku. Aku sering makan mie di sana."
"Kamu pasti akan ketagihan kalau udah mencoba."
"Seperti kamu ketagihan dengan ciumanku. He...he..."

"wuuuh ngarep"

"Ha...haaa.."


Setelah sepeda motor melaju cukup lama. Akhirnya mereka pun sampai di pertigaan.
Dan sepeda motor pun berhenti di tepi jalan di depan gerobak mie ayam.

"Nich mel tempatnya."
"Emang jualannya di tepi jalan. Tapi jangan takut dengan kebersihannya."
"Disini kebersihannya slalu di jaga. Apalagi suasananya di tepi jalan yang banyak pepohonannya. Yang bikin suasana jadi nyaman."    kata adit sambil memarkirkan motornya.

"Iyach-yach. Tempatnya nyaman banget."

"Yuck kita duduk disana."    ajak adit.

Mereka pun berjalan menuju tempat duduk yang berada di bawah pohon besar yang berada di pinggir jalan.

"Pak."
"Mie ayam."
"Dua yeah. Jangan pedas-pedas."     adit memesan.

"Sayang."
"Hari ini aku bahagia banget. Baru kali ini aku merasa hari ulang tahunku indah banget."
"Terima kasih yeah kalungnya."
"Indaaaaah banget."
"Sebenarnya aku tidak mengharap kamu memberi sesuatu di hari ulang tahunku. Yang penting kamu ingat. Itu saja sudah buat aku bahagia."    kata Amel sambil menggenggam cemari Adit.

"Mungkin bagi kamu kalung itu tidak ada harganya."
"Tapi aku pingin kalau aku tidak ada di samping kamu. Kalung itu bisa mengingatkan dan menggantikan aku."    jawab Adit, meremas tangan Amel.

Tak lama kemudian Abang Penjual pun menghampiri mereka.

"Nich Mas, Mba."     kata abang penjual sambil menyodorkan mie ayamnya.

"Makasih."

~~~~~~~ Satu jam kemudian ~~~~~~~
"Bener yeah dit."
"Enak banget. Baru pertama kali aku makan mie seenak ini."

"Thayang mau tambah?"

"Engga ach. Ntar aku jadi gendut dan kamu ga mau ma aku."    jawab amel kemudian ketawa.
"Ha...ha...ha..."

"Wah tambah cantik tuch kalau gendut."
"Ha...ha...ha... Biar seperti sumo."

"Wuuuhh. Ngeledek"     jawab amel sambil cubit Adit.

"Dit, pulang yuck."

"Ayo"

Tapi ketika mereka beranjak ke sepeda motor. Tiba-tiba ada seseorang yang menyapa adit.

"Hai Dit."
"Ngapain disini."
"Sombong banget sich sekarang."    sapa cewe yang tiba-tiba menghampiri Adit.

"Kamu siapa yeah? Aku lupa."    jawab Adit mencoba mengingat.

"Masa kamu lupa sama teman kecilmu sich?"
"Aku Kiki. Kamu masih ingat."

"Ya ampun."
"Kamu kiki tomboy yang dulu suka usil banget sama aku."     akhirnya adit mengingat. 
"Gimana kabar kamu."

"Aku baik-baik saja."
"Ini pacar kamu yea? Cantik banget."
"Bukannya dulu kamu benci banget sama cewe." kata kiki.

"Bukannya kamu yang tidak suka sama cowok."
"Dulu kan kamu jail banget sama aku."
"Och iyach ini pacar aku, Amel."   jawab adit memperkenalkan Amel.

"Amel."

"Kiki"

Mereka pun berjabat tangan.

"Adit beruntung yeah. Bisa dapetin cinta kamu. Diakan anaknya cengeng banget."
"Ha...ha...ha..."

"Justru aku yang beruntung bisa jadi pacar Adit. Dia orangnya cakep, baik, perhatian dan yang paling penting dia mau menerima aku apa adanya."     amel memuji.

"Udah doang say."
"Jangan memuji terus. Nanti aku bisa pingsan disini."

"Ha...ha...ha.."   mereka pun tertawa.

"Oya sejak kapan kamu kembali kesini."
"Kamu kan udah pindah kerumah kakek kamu."    tanya adit.

"Berapa tahun yea kita gak ketemu."
"Sekarang kamu tambah cantik saja. Beda sama waktu kecil dulu."     Adit memuji.

"Wuuuh... Dasar cowok."
"Ada ceweknya aja masih merayu cewek lain."

"He..he.."

"Kalau aku jadi kamu mel, sudah aku putusin dia."    kata kiki.
"Iya ya dit. Udah berapa tahun kita ga pernah ketemu."    Kiki pun mencoba mengingat-ingat.

Sebenarnya Amel cemburu melihat keakraban mereka. Tapi amel menutupi semuanya. Sampai raut mukanya terlihat kusut.

"Dit. Pulang yuck."
"Udah sore nich."     ajak Amel yang mulai terbakar api cemburu.

"Emmm...emmm... Gimana yeah?"    Adit berfikir.

"Ya udah. Kita pulang."

"Takut ada yang gantung diri disini."
"Ha...ha..."

"Kita pulang dulu yeah Ki. Aku takut kalau anak mamih ini di cariin."    pamit adit. 

"Tukan. Manggil aku anak mamih."    kata Amel sambil mencubit Adit.

"Aaawww." teriak Adit.
"Tuh cubitan sayang. Apa cubitan sebel." tanya Adit sambil senyum kecil.

"Tuh cubitan sayang sekaligus cubitan sebel."

"Ha...ha... Kalian serasi banget."
"O ya Dit. Kapan-kapan main kerumah doang. Aku masih nempati rumah yang dulu loch." kata Kiki.
"Ya sudah kapan-kapan aku main. Tapi nda janji."
"Ya sudah yeah ki. Kita pulang dulu" Adit pun pamit.


Mereka pun pergi meninggalkan Kiki. Dengan mengendarai sepeda motor. Menuju rumah Amel.

"Kamu tadi cemburu yeah." tanya Adit.

"Siapa juga yang cemburu."

"Udah jangan bohong. Aku senang kock kalau kamu cemburu."

"Sebenarnya kamu cinta ga sich?"
"Ada pacar cemburu kock malah senang." kata amel sedikit sebel.

"Tukan ngaku kalau kamu cemburu."
"Ha...ha..." adit tertawa kecil.

"Berarti tu tandanya kamu sayang sama aku."

"Berarti kamu baru sadar yeah kalau aku sayang banget sama kamu." kata Amel sambil memeluk Adit.

"He... Aku juga sayang banget sama kamu. " ungkap Adit.

Tak terasa sepeda motor pun sudah melaju cukup jauh. Hingga tak terasa motor pun berhenti di depan rumah Amel.

"Makasih yeah Dit. Udah nganterin."
"Mau mampir ga?"

"Ach ga usah. Aku langsung pulang saja."

"Ya sudah. Tapi nanti malam main yeah." ajak Amel.

"Besok saja yeah. Aku capek banget."

"Tapi janji yeah. Besok harus main."

"Janji." jawab Adit

"Aku pulang yeah."

"Daah." Adit pun meninggalkan Amel.

Amel pun akhirnya masuk kedalam rumah. Setelah lama terpaku melihat Adit pergi.
Tapi ketika Amel masuk kerumah. Tiba-tiba amel mendengar kedua orang tuanya sedang bertengkar.

"Kamu sudah mulai selingkuh di belakan aku yeah.!!!"
"Kalau kamu sudah bosan dengan ku. Mending khta cerai saja.!!!" kata mama Amel marah.

"Siapa yang selingkuh. Aku sama Indah cuma teman kerja.!!! Tidak lebih." balas papa Amel menjelaskan.

"Kalau hanya teman kerja. Kenapa kamu makan siang bareng. Apalagi kalian mesra banget.!!!" teriak mama amel yang sedang cemburu.

"Terserah apa kata kamu. Tapi aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa.!!! Hanya sebatas teman kerja."

"Aku tak percaya sama mulut buaya seperti kamu."
"Apa kamu masih ingat.?"
"Dulu kamu meninggalkan istri dan anak kamu demi aku. Mungkin kamu juga akan meninggalkan aku demi wanita itu." 

Amel hanya berdiri terpaku dan meneteskan air mata hingga membasahi kedua pipinya.

"Apa benar yang di katakan mama. Kalau aku sebenarnya punya kakak. Kenapa mereka tak memberi tahu aku." dalam hati Amel bicara.

Amel kemudian berjalan menghampiri mereka dengan perasaan yang tak karuan. Dengan air mata yang terus berlinang.

"Apa kalian tidak bosan bertengkar terus.!!!"
"Apa kalian tidak tau bagai mana perasaan aku.!!!"
"Aku bosan tinggal dirumah sebesar ini tapi tak ada secuil pun ketenangan di dalamnya." amel pun ikut bicara.

"Terus apa kalian lupa kalau hari ini ulang tahun Amel." sambung Amel kemudian pergi menuju kamar tidur dengan air mata yang terus membasahi.

"Amel... Amel..." mama Amel memanggil.

Tapi tetap saja Amel masuk ke kamarnya dan membantingkan pintu kamar.
Air mata pun terus membasahi kedua pipinya.

"Kenapa sich mereka selalu bertengkar. Apa mereka tak merasa kalau aku kesepian." kata Amel dalam hati.

Amel pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mengambil foto Adit yang terpajang di atas meja belajar.
Amel pun menatap foto Adit dengan semua kesendirian yang mencabik-cabik perasaannya.

"Adit aku pingin keluar dari istanah ini. Aku ingin ikut kamu kemana pun kamu pergi."
"Aku sudah tidak tahan hidup di dalam rumah ini." ungkap amel sambil menatap foto adit.
Amel pun memeluk foto adit dengan erat. Amel kemudian teringat kalung pemberian adit.

"Adit aku pingin selalu ada di dekat kamu. Kamu satu-satunya orang yang bisa ngertiin aku. Kamu bisa hibur perasaan aku." kata Amel dalam hati.

Tak lama kemudian terdengar ketukan dari luar pintu kamar amel.

"Amel."
"Maafin mama."
"Mama benar-benar lupa kalau hari ini ulang tahunmu."
"Sebagai permintaan maaf mama. Kamu boleh minta apa saja. Yang pentin kamu mau maafin mama." mama Amel merayu.

"Iyach mel. Kamu boleh minta apa saja sebagai kado dari mama dan papa." sambung papa amel.

"Apa dengan kekayaan kalian bisa menebuk kesepian amel."
"Tidak !!!!"
"Kalian takan bisa menebusnya."
"Takan pernah bisa !!!" bentak Amel dengan air mata yang terus terurai.
"Sudah kalian pergi !!!"
"Perrrgiiii !!!"

"Amel maafin mama yeah."
"Mama janji takan lupa lagi. Tahun yang akan datang mama pasti akan ingat." rayu mama Amel.

"Kata-kata itu juga kan yang mama katakan di hari ulang tahun kemaren.!!!"
"Tapi apa buktinya ?!!"
"Mama masih saja lupa."
"Dan asal mama tau. Amel sedih kalau tiap hari mama dan papa slalu bertengkar.!!!" teriak Amel.
"Udah. Perrrgiii !!!"

"Amel maafin mama"

"Perrrgiii !!!"

"Tap..."

"Perrgiiiii !!!!" potong amel.

Amel pun mengambil buku diary dan menuliskan kesedihannya di atas lembar diary. Hingga tak terasa amel pun tertidur dengan di dampingi foto adit dan buku diary di sampingnya.

Selasa

Cinta Yang tertabu ( terlarang )
bab: 01



"Jika sang malam telah tiba membawa hembusan kesunyian.
Maka hati kan beku olehnya. Jika sang hari kebahagiaan telah tiba.
Maka usia mu pun bertambah."

"Ingin ku lukis di keteduhan mata mu,
tentang waktu yang ta mau menunggu.
Ingin ku gurat pada pesan pribadi mu,
tentang indahnya bahtera hidup kita di masa depan.
Dan ingin ku semat kan doa di hari bahagia mu ini"

"Sayang"

"Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur.
Semoga apa yang sayang ingin kan tercapai.
Sukses dalam menanti cita-cita dan cinta indahku."
"Salam sayang dari kasih mu"
"Adit"


Amel membaca kartu ucapan yang terselip di atas kado, yang amel temukan di atas meja kelas yang amel tempati.
Amel pun langsung membuka kado yang berwarna biru. Yang di hiasi bunga mawar merah, yang tercium harum saat mawar itu di dekatkan kehidung amel.

"Wah !!!... Sebuah kalung !!"

"Cantik banget !!"

"Adit memang romantis"

Amel kaget saat melihat isi kado dari adit.
Tiba-tiba amel melihat sobekan kertas yang tertindih kalung.
Amel pun langsung mengambil dan membaca dalam hati. 

"Sayang" 

"Aku ingin kalung ini tau, 
kalau ada yang lebih cantik darinya.
Ku ingin dia malu bahwa ada yang lebih indah darinya.
Dan ku ingin dia menangis karna ada yang lebih manis darinya"

"Yaitu kamu" 

"Sayang tolong balikan badan mu.
Dan biarkan aku melingkarkan kalung itu di leher bidadari secantik kamu" 

Amel pun serentak kaget, saat membaca kalimat terakhir dari surat itu. Dan jantung amel berdetak sangat kencang.
Amel kemudian membalikan badannya dan melihat adit sudah ada di depannya. 

"Selamat ulang tahun sayang"        Kata adit sambil memberi kan sekuntum mawar merah. 

"Terimakasih sayang."     jawab amel meraih bunga mawar yang di kasih adit.

"Sini kalungnya."     adit meminta.

Amel pun memberikan kalung itu ke adit. Dan adit langsung melingkarkan nya. 

"Makasih sayang" 
 
Adit pun melabuhkan sebuah ciuman di kening amel. Dengan sejuta cinta yang terpenjara dalam kalbu. Hingga amel merasakan kehangatan cinta yang mengalir bersama aliran darah. Hingga membuat jantung berdetak semakin cepat. 

"betul kan ?... kamu tambah cantik kalau pakai kalung itu." 
 
"Tidak salah pilih. Pas banget sama wajah cantikmu "       kata adit merayu. 

"Gombal banget sich"      jawab amel manja. 
"Aku kira kamu lupa sama hari ulang tahun ku"
"Ya mana mungkin lah, aku lupa sama hari ulang tahunmu. Aku sengaja tidak kasih tau biar jadi kejutan."      jawab adit sambil menggenggam tangan amel.
"Aku semakin sayang sama kamu." 
 
"Aku juga sayang kamu"     jawab adit.

* * * * *


Tak terasa bel masuk berdering. Semua siswa pun masuk keruang kelas masing-masing. 

"Aku pergi dulu yeah"
 
"Ingat jangan banyak melamun"       adit pamit kemudian mencium tangan yang di genggamnya. 

"Ya sudah sana pergi. I Love You"   jawab amel. 

"I Love You, to"     balas adit. 

Adit pun pergi meninggalkan ruang kelas 2 menuju ruang kelas 3. Sedang kan amel kemudian duduk setelah lama terpaku di samping mejanya.
Teman-teman amel kemudian masuk dan meledek amel yang sedang bengong di atas tempat duduk. Sambil melihat kalung pemberian adit. 

"Cieee...ileeeh. Yang sedang ulang tahun. Dari tadi senyam-senyum sendirian tak jelas"
     ledek reni sambil berjalan menghampiri amel. 

"Ren ! Ambil tuh kalung yang di pakai amel." 
 
"Karna kalung itu amel jadi gila"     sambung fesya. 

"Coba saja kalau berani !!!..."
    tantang amel. 

Reni dan fesya pun menghampiri amel. Dan langsung menggelitik amel. 

"He...he...he... Udah... Geli nich"    amel memberontak teman-teman yang usil. 

Tapi tiba-tiba ada seseorang yang memanggil mereka. 

"Amel, Reni, Fesya. Jangan bercanda terus"       kata pak guru yang baru masuk. 

Mereka pun langsung gugup dan duduk di tempat duduk masing-masing. 

"Sekarna kumpulkan PR kalian di meja bapak"    perintah pak guru.

Tapi ketika teman-teman amel sedang mengumpulkan buku untuk di kumpulin. Amel malah duduk sambil bengong di atas kursi. 

"Amel !!!... Amel !!!... Amel !!!..."     panggil pak guru. 

"Iiiiiiya pak"     amel kaget karna teriakan pak guru. 

"Kenapa bengong?"     tanya pak guru. 

"Pasti sedang mikirin adit, pak"    sambung teman-teman. 

"Iya tuh pak. Karna tadi kening amel di cium adit"     sambung teman yang lain. 

"Bohong tuh pak. Bohong"    elak amel mencoba membela diri. 

Suasana kelas pun seketika ramai. Seperti ibu-ibu yang sedang belanja di pasar. 

"Ya sudah... Sudah, sekarang kumpulkan PR kamu."      pak guru menenangkan suasana. 

Amel pun langsung mengambil buku dari dalam tasnya dan mengumpulkannya di meja pak guru.
Masa SMU adalah masa-masa bercinta. Seperti yang di alami amel dan adit. 

Amel adalah seorang cewe yang baik hati, berkulit putih, berambut hitam panjang, bertubuh tinggi langsing. Apa lagi wajahnya. Bagai surya candra pada tanggal 15. Maka karna itu banyak co yang suka padanya. Tapi dari sekian banyaknya cowok. Hanya adit yang mampu menambat hati amel. 

Amel di lahirkan di keluarga yang sangat kaya. Yang berlimpah harta. Tapi di balik kekayaannya itu tersimpan rasa sepi yang berselimut di hati amel.
Walau keinginan amel selalu di penuhi ortu. Tapi ortu amel selalu sibuk dengan urusannya masing masing. Hingga amel merasakan kesepian.

Padahal amel tidak membutuhkan semua kekayaan itu. Amel hanya menginginkan kedua orang tuanya menyelipkan waktunya untuk amel. Hingga akhirnya adit datang dan memberi warna di hati amel yang hampa.
Semenjak adit hadir dalam hidup amel. Amel jadi merasa bahagia dan amel bisa merasakan kehangatan cinta dari seseorang cowok yang amel cinta.

* * * * *

Minggu

__Terapi Jiwa__ (agar bersabar dengantenang)

Dia genggam dunia untuk kita lalu
membentangkannya seluas luasnya.
Andai disisa-sisa umur ini masih diberi kesempatan
bermunajat kepada Nya,
Tidakkah diri berharap selamat dari siksaan Allah
meraih pahala, anugerah rahmat Nya, menggapai
ridha Nya dan masuk kedalam surga Nya.
Datangnya Malam menggantikan siang dan
kembali siang menggantikan malam cobalah terus
untuk melangkahkan kesabaran menapaki kerikil-
kerikil penderitaan dan musibah walaupun perih
dan pedih janganlah sesaatpun hawa nafsu
terperosok pada lembah-lembah kesenangan-
kesenangan dunia.
Ketika kita tidak diuji dengan suatu musibah,
kesulitan atau bala, maka tidak ada suatu
kebaikanpun bagi kita disisi Allah.
Rasulullah bersabda, ketika seorang hamba sakit,
Allah mengutus dua malaikat padanya untuk
mencatat perkataannya, jika hambaNya
mengucapkan Alhamdulillah maka ucapan itu
dilaporkan malaikat pada Allah. Allah berfirman, jika
Aku mematikan dia, maka menjadikan sebuah
kewajiban bagiKu untuk memasukannya kedalam
surga, dan kalau aku memberikan kesembuhan
kepadanya maka menjadi sebuah kewajiban bagi
Ku untuk mengganti dagingnya dengan yg lebih
baik dari darah yg sebelumnya dan Aku akan
mengampuninya. Subhanallah Dialah Allah Azza
wajalla yang Maha Pemurah.
Wallahu Yuhibbul sobirin - Allah menyukai orang-
orang yg sabar (QS. Ali Imran : 46).
Jadi bagaimanakah yg dikatakan sabar, apakah

sabar itu berbatas.

Tidak, sabar itu tidak berbatas, sabar itu luas seluas

lautan yg sejauh mata memandang tak kelihatan

tepinya, dan balasan sabar adalah kecintaan dan

keridhaan Allah.

Sudahkan sabar dalam menjalankan ketaatan

kepada Allah.

Andai kita iklash iiringi kesabaran melangkah

didalam ketaatan kepada Allah maka esok dihari

kiamat Allah memberikan tiga ratus derajat

disurga, jarak setiap derajat seluas antara langit dan

bumi.

Sudahkah sabar dalam menjauhi larangan Allah.

Andai kita iklash meninjing kesabaran dengan tidak

selangkahpun menapaki jalan larangan Nya, maka

esok dihari kiamat Allah memberikan kepada kita

enam ratus derajat dari setiap serajat seluas antara

langit ketujuh (langit yg tertinggi) dan bumi yg

ketujuh (bumi yg terbawah).

Sudahkan sabar terhadap musibah.

Andai kita iklash menjinjing kesabaran melangkah

melewati berbagai kerikil musibah, maka Allah

menanti kita esok dihari kiamat dengan seratus

derajat disurga, jarak setiap derajat seluas antara

arassy dan bumi.

Berangkatkan fikir kita tentang bersabar

menggenggam musibah dari kisah Naba Zakaria.

Nabi Zakaria berlari dari kejaran Yahudi, yg terus

mengejar menggikuti jejaknya, jarak sudah dekat,

Nabi Zakaria melihat sebuiah pohon yg besar dan

berkata hai pohon masukkan aku kedalammu.

Pohon membelah dan Nabi Zakaria bersembunyi

didalamnya. Pohon terbelah dan Zakaria masuk

kedalamnya dan pohon menutup kembali. Iblis

menyaksikan dan menceritakan pada kaum

Yahudi. memerintahkan menggergaji pohon itu

agar nabi Zakaria terpotong dan terbelah dan mati.

Hal itu dipatuhi kaum Yahudi dan nabi Zakaria

terbelah dua dan mati. Inilah peringatan Allah thdp

kita yg mengandalkan pertolongan kepada selain

Allah seperti Nabi Zakaria yg mengandalkan pohon

itu bukan berlindung kepada Allah swt sehingga

menyebabkan kematiannya.

Rasulullah bersabda : Tidak ada seseorang

hambapun yg tertimpa musibah lalu dia berserah

diri kepadaKu, kecuali Aku akan memberikan

(permintaannya) sebelum ia memintanya dan Aku

akan mengabulkan (permohonannya) sebelum ia

berdoa memohon kepadaku dan tidak ada seorang

hambapun yg tertimpa musibah lalu ia bergantung

kepada makhluk selain Aku kecuali Aku tutup pintu-

pintu langit (rahmat) baginya.

Ketika penggergajian tiba pada bagian kepala, Nabi

Zakaria berteriak kesakitan lalu dikatakan kepadanya

"Hai Zakaria sesungguhnya Allah berfirman

kepadamu "mengapa anda tidak bersabar

menghadapi musibah sakit dan berkata aduh

seandainya anda menyatakan sekali lagi maka Aku

akan mengeluarkan namamu dari daftar para nabi.

Maka Nabi Zakaria menggigit bibirnya bersabar

menahan rasa sakit hingga ia meninggal terbelah

menjadi dua.

Itulah suatu iktibar bagi kita hambanya yg

dikaruniakan akal wajib bersabar dalam

menggenggam musibah dan tidak

menggantungkannya kepada manusia yg lain atau

apapun agar kita selamat dari azab dunia akhirat.

Bukankah musibah atau ujian yg paling berat

adalah ditimpakan kepada para nabi dan wali Allah

(kekasih) Nya.

Lisan berucap sabar tapi hati terus melacurkan

ketaatannya dengan mendurhakai RabbNya.

Lisan berucap sabar tapi hati senantiasa berzinah

pada fitrahnya melanggar larangan-laranganNya

Lisan berucap sabar tapi hati senang berkeluh

kesah, menafikkan keikhlasan atas musibah

RabbNya, mengadukan qadarnya pada selain

TuhanNya.

Ambilah cermin pikir dan

mengacalah ...............................

Inikah yg kita sebut kesabaran, senantiasa

menghiasi lisan dengan kata sabar tapi tak

meninggalkan bekas apapun bagi hati yg terus

melacurkan ketaatannya, menzinaihi fitrahnya dan

menafikkan keikhlasan atas musibah RabbNya.

Musibah laksana pelita (penerang) bagi orang-

orang yg arif menggeliatkan kebangkitan bagi

orang-orang yg menghendaki keridhaan Allah. Ia

merupakan kebaikan bagi orang-orang yg beriman

dan kebinasaan bagi orang-orang yg lengah, tak

seorang pun yg dapat merasakan manisnya

keimanan sehingga ia ditimpa musibah lalu ridha

dan bersabar.

Manisnya Iman melangkah diatas kesabaran

meretas jalan RidhaNya.

Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yg

menderita sakit semalam lalu ia bersabar dan ridha

kepada Allah maka dia menjadi keluar dari dosa-

dosanya sebagaimana disaat ia terlahir dari ibunya.

Wahai diri yg mengharap ridhaNya, arungi arus

deras pendertaan janganlah semata berharap agar

segera manggapai daratan kebahagian biarkanlah

dirimu terseret jauh kedalam pusaran lautan

kesabaran mendekap keikhlasan.

Ya Rabb Kuatkan Iman dan Islam kami

melangkahkan kesabaran bersanding keikhlasan

diatas krikil-krikil penderitaan dan musibahMu

dengan mengikat erat simpul-2 tali hawa

nafsu dari kesenangan dunia pada tiang2

tawakal & zuhud menapaki pahala &

anugerahMu menuju jalan ridha Mu.





catatan dari

___ siJomblo ingin punya PACAR ___

Cinta-Nya adalah cinta sejati....

Karena kecantikannya tersimpan dihati dalam

pesona yang selalu menjaga jiwa,..

Yang menjadikan dunia menjadi Surga, sebelum

Surga sebenarnya..

Yang membuat hidup lebih hidup dari kehidupan

sebenarnya.....

Karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta?

Padahal cinta adalah milik-Nya...

Cinta Luar Biasa...

Bukan cinta yang sederhana...

SejatiNya cinta.. cinta yang tak perlu kau tunggu,

Tapi dia tumbuh bersama doa malam yang teduh,

Tak tersentuh oleh mata dunia yang palsu...

sabar ...

jangan kau merasa 'gak laku' jika kau melihat

pasangan muda-mudi berduaan...

janganlah berangan-angan utk mengejar kata

'pacaran' dalam hidupmu...

apalagi berpikir utk melakukan hal2 yg 'lazim' dlm

pacaran...

sabar ya saudara/i ku sayang...cinta padaNya lebih

indah,

tetap ada senyuman dan tangisan dgn ending

kebahagiaan....

beda dengan 'cinta mereka' yg hanya

memunculkan senyuman dan tangisan semu yg

berakhir kebodohan..

buat apa di bodohi akan hawa nafsu sendiri?

mau tahu tingkatan sabar?

yang paling tinggi itu 'sabar dlm meninggalkan

larangan Allah

dan sabar dari berbuat maksiat kpd Allah',...

yg kedua 'sabar dalam menjalankan perintahNya',..

dan yg ketiga 'sabar terhadap cobaan/bencana/

ujian dari Allah'...

maka jika kau sabar utk tidak pacaran krn takut

padaNya...

itulah kesabaran paling tinggi

dan tahukah kau balasannya

cintaNya kau dapatkan!

kalau Allah sudah cinta..

maka segala yang terbaik bisa kau dapatkan..

^_^ ...

bersabarlah untuk waktu yang indah lagi halal.. ^_^

Ya Allah,Penuhilah hati-hati ini Dengan Nur-Mu

yang tiada pernah pudar..

Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan

keimanan...

jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu

jangan biarkan aku melampaui batas sehingga

kumelupakan cinta hakiki dan rindu abadi-Mu...di ambil dariteman fb

Tukeran link and banner

Tali silaturakhmi sangat lah di perlukan dalam menjalin hubungan antara kita dan orang lain di dunia nyata. Sama halnya di dunia maya kita juga harus saling menjaga tali silaturakhmi kita. Mungkin dengan tukaran link atau banner kita akan menjaga tali silaturakhmi kita. Yang akan menghubungkan aku, kamu dan teman-teman kita.
Monggo siapa yang mau tukeran link atau banner comen aja.

Kamis

Mengasihi Tanpa Mengatakan Sesuatu

Saya ditraktir makan mie di kedai mie yang terkenal. Harganya tidak mahal dan rasanya sangat lezat sekali. Kami duduk di depan meja panjang yang dapat menampung sekitar sepuluh orang bila mengelilingi meja. Meja sudah terisi enam orang, saya, teman saya dan empat orang pengunjung. Ketika asyik makan, satu keluarga baru duduk di dekat kami. Tepatnya diantara teman saya dan pengunjung lainnya. Mereka telah memesan mie dan sedang menunggu. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri yang masih muda dan seorang anak yang berusia sekitar enam tahun. Mereka keluarga yang jauh dari sederhana. Pakaiannya agak kusam dan berbau. Si anak kelihatannya baru sembuh dari suatu penyakit yang tidak kami ketahui dan sedang menarik ingusnya keluar masuk. Ingusnya seperti angka sebelas dan terkadang seperti angka satu dengan warna kuning kehijau-hijauan. Si ibu tengan penuh kasih sayang mengelap ingus yang tidak berhenti keluar masuk hidung anaknya. Pasangan itu sangat bahagia melihat anaknya bermain sambil tertawa. Sepertinya makan mie merupakan perayaan menyambut kesembuhannya. Saat mie datang keluarga tersebut makan dengan lahap. Keadaan tersebut tidak berlaku bagi kami semua terkecuali teman saya. Bagi kami berlima (termasuk saya) keadaan tersebut merupakan bencana dan penyiksaan. Bayangkan aja, bagaimana rasanya makan mie dengan mencium satu keluarga yang bau badannya tidak enak. Belum lagi melihat dan mendengar ingus yang ditarik keluar masuk dan sesekali dibersihkan oleh ibunya. Setiap kali memakan mie sambil meminum kuahnya, rasanya seperti ingus telah tercampur dengan makanan dan membuat selera makan hilang. Tidak berapa lama kemudian, keempat pelanggan yang duduk semeja dengan kami meninggalkan meja satu persatu tanpa menghabiskan makanan. Melihat ini ada rasa kepahitan yang terpancar diwajah keluarga muda itu, seperti rasa rendah diri dan terasing melihat sikap saya dan empat pengunjung lainnya . Tetapi itu tidak berlangsung lama, terutama saat mereka melihat teman saya, keceriaan mereka pulih kembali. Teman saya tetap menikmati mie dengan segala kecueka nnya. Seolah-olah tidak ada bau disekitarnya dan tidak ada suara ingus yang didengar. Saya tidak bisa berbuat banyak selain belajar cuek dan menghabiskan sisa mie. Lagi pula saya ditraktir makan dan tidak berhak mengajukan hal-hal yang aneh-aneh dan tidak sopan. Selesai makan, kami masih duduk dua puluh menit sebelum meninggalkan kedai makanan. Saya heran dengan tingkah teman saya yang diluar kebiasaannya. Biasanya setelah makan,ia hanya duduk paling lama sepuluh menit. Sekali lagi saya harus mengikuti kemauan teman saya dengan jengkel. Akhirnya kami keluar meninggalkan kedai dan keluarga muda, saya merasa lega. Dalam perjalanan pulang, teman saya mengatakan ia sangat terganggu duduk di samping keluarga tersebut. Ia merasakan rasa bau dan merasa terganggu dengan suara ingus anaknya. Ia merasakan tepat seperti yang saya rasakan. Teman saya juga mengatakan, jika ia meninggalkan keluarga tersebut di saat mereka bergembira, keluarga itu akan merasa terpukul, tidak berharga, terasing dan putus asa. Si suami sedang memberi yang terbaik bagi keluarganya. Mereka bersukacita merayakan kesembuhan anaknya. Si suami telah mengeluarkan uang yang bagi mereka cukup mahal dari hasil kerja keras hanya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Uang itu tidak begitu banyak untuk ukuran kami tetapi tidak bagi keluarga itu. Saya sangat terkejut mendengar penuturan teman saya. Dan tidak menyangka teman saya telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi keluarga itu. Dengan caranya yang khas, bertahan makan mie sampai habis dan menunggu dua puluh menit setelah makan, telah memberi semangat baru bagi keluarga itu. Saya teringat bagaimana rasa kepahitan, rendah diri dan terasing di wajah kedua suami istri ketika melihat pelanggan yang lain meninggalkan meja tanpa menghabiskan makanan dan melihat tingkah saya. Saya juga teringat bagaimana pasangan ini kembali ceria begitu melihat sikap teman saya yang cuek. Pertama kali dalam hidup ini, saya menyadari dan menyaksikan bagaimana mengasihi sesama tanpa mengatakan sesuatu benar- benar tidak mustahil. Ini benar-benar keajaiban. Ajaib bagaimana pelajaran tentang mengasihi kepada sesama dapat diwujudkan tanpa perkataan dalam waktu sesingkat itu. Cukup hanya dengan meneruskan makan mie sampai habis. Masa bodoh dengan sikap saya dan pengunjung lain yang tidak terpuji. Menunggu dua puluh menit setelah selesai makan. Yang terakhir menahan rasa bau untuk menyempurnakan segalanya telah menunjukkan suatu keajaiban kasih dan dilakukan oleh seorang teman. Ajaib bagaimana teman saya menegor saya tanpa mengatakan sesuatu. Ia tidak menuduh tetapi cukup telak memukul saya. Saya merasa sangat terpukul, malu tetapi tidak marah. Saya kembali mengingatkan diri sendiri bagaimana mudahnya mengatakan mengasihi sesama tetapi tidak melakukannya.

Selasa

CATATAN TENTANG ASIH

ASIH sering aku panggil tante PAINEM

Asih itu lah nama dia. Orangnya cantik, baik, mau berteman dengan siapa aja, asyik, ga sombong, pengentian walau sedikit bandel kalau di suruh minum obat.
"Ya bisa di bilang, dia sahabat terbaik aku. Pengganti eva". Kalau setiap ada masalah aku selalu cerita sama dia. Dan sebaliknya juga. Kalau dia ada masalah selalu cerita sama aku. Sampai sampai aku tau semua tentang dia.

Sebenarnya aku kasihan banget sama dia. Orang tua dia ga seperti orang tua ku. Sampai sampai dia nikah aja harus di jodohin sama pilihan orang tua nya. Padahal asih tidak suka sama cowo itu. Tapi dia di paksa nikah hanya demi segenggam harta. Aku tidak menyangka kalau masih ada orang tua seperti itu. Tidak memberi kebebasan anaknya untuk memilih pasangan hidupnya. Padahalkan yang mau jalanin dia? Bukan orang tua nya? Emang bener bener jahat banget tuch orang tua. Kalau saja aku jadi asih, pasti aku udah kabur.

Bayang kan saja.
Dari awal ngurusin pernikahan, semuanya dia yang kerjain. Bikin undangan, nyatetin nama namanya sampai nyebarin nya juga dia!! Pokoknya bayak dech.... Aku sampai kasihan melihat dia se capek itu. Aku pengin bantu tapi aku gak mampu. Dia selalu menolaknya.
Aku salut sama dia.
dia orangnya tegar. Pantang menyerah. Dia mau berkorban.

Andai saja aku bukan manusia biasa. Aku pasti akan membantu dia. Biar dia bisa menikah dengan pilihannya.

Di hari pernikahan dia. Dia terlihat cantik, lebih dewasa. Walau sebenarnya dia mirip tante tante.heeeheeeheee. Tapi dia cantik banget kock beda sama aslinya. Wlo aslinya juga cantik tapi hari ini dia lebih cantik.

Di hari pernikahan dia. Aku tidak lihat kebahagiaan di mata dia. Dia terlihat murung walau bibir dia terseyum.( "ya namanya juga nikah di paksa")
Tapi aku selalu berdoa pada ALLAH S.W.T. Semoga di hari pernikahan, dia murung. Tapi tidak saat dia menjalani bahtera rumah tangga dengan suami dia. Semoga dia selalu bahagia dan bahagia. Tak ada sakit hati dan terluka.
Sudah cukup dia tersakiti.

Ada satu ungkapan dari dia yang membuat aku bingung dah ga tau harus berbuat apa.
Tepatnya malam, sebelum hari H. Dia smsan sama aku. Dan dia berkata."MUNGKIN INI TERAKHIR KALINYA AKU SMSAN SAMA KAMU. DAN AKU JUGA MAU JUJUR SAMA KAMU. KALAU SEBENARNYA AKU TIDAK SAYANG SAMA ( si S ) KARNA AKU SAYANG SAMA KAMU. MUNGKIN AKU TERLAMBAT TUK JUJUR SAMA KAMU. TAPI KARNA BESOK AKU MERIT, AKU MEMBERANI KAN DIRI UNTUK UNGKAPIN SEMUA ITU. KALAU AKU SAYANG SAMA KAMU. BUKAN SI S. KAMU SELALU NGERTIIN AKU, KAMU PERHATIAN SAMA AKU. MAKANYA AKU SAYANG KAMU."
Kalau tidak salah, itu kata kata yang dia sms kan pada ku. Aku kaget banget waktu terima sms itu. Sampai sampai aku tidak berani balas sms itu. Aku takut... Aku takut nyakitin dia. Tapi aku coba lupain itu. Menganggap dia tak pernah sms seperti itu. Aku tau kalau dia sedang frustasi jadi smsnya nglantur.
Aku kasihan sama dia. Tapi aku tak bisa berbuat apa apa. Aku hanya manusia biasa.

Sandra ( matahari )

Wahai sandra
Lihatlah di buritan dunia
Disini ku menatap mu
Sejenak ku coba tutupkan mata
Dan terlintaslah bayangan dia dalam khayal ku
Disini ku merindukan dia
Aku kangen dia. . .Sandra.

Bila cahayamu selalu menyinari dunia
Sinari lah kelamnya jiwa ku
Yang selalu berharap
Berdoa. . .
Memohon kepadaNYA
Agar ku selalu bertahan dalam kesendirian ku

Ku kan tersenyum saat ku menatapmu
Walau kerinduan membelah tubuhku
Kesendirian mencabik, menggoyahkan kesetiaan ku
Namun ku kan slalu tersenyum
Saat cahayamu menghangatkan tubuhku


Coretan

Hidup ku kini ku lalui sendiri. Tanpa teman satu pun yang berada di samping ku. Tanpa seseorang kekasih yang menyayangi aku yang membuat aku tersenyum seperti dulu. Seperti waktu dia bersama ku. Tapi semuanya telah berlalu. Aku hanya bisa jadi kan semuanya kenangan indah yang akan selalu menyakitiku di saat aku merindukan dia. Walau sudah satu tahun lebih aku coba membuang semua kenangan tentang dia. Tapi aku tak sanggup. Aku tak bisa membuangnya dari kehidupan aku. Aku terlalu cinta dia. Tapi apa daya ku? Aku tak bisa meminta dia tuk berada di samping ku. Walau pun dia sering banget nyakitin aku. Tapi entah kenapa aku tak bisa tuk membenci dia. Apa lagi kita sering chatingan. Dan setiap chat dia selalu cerita tentang pacar dia sekarang. Sebenarnya aku cemburu banget. Tapi apa daya? Aku hanya bisa bila ya...ya...ya... walau pun aku sakit ketika dia cerita tentang pacar dia.
Walaupun aku sakit tapi aku akan berusaha buat dia tersenyum. Walau senyum dia bukan buat aku.

NB: Makasih
karna dulu kamu pernah
mencintai aku. Pernah
membuat aku bahagia.