Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu

Sendiri 02

Kini malam telah ku masuki.
Aku pun mengangankan wajahmu.
Hati melambung kekelembutan angin malam.
Namun sakit yang mengiris ulu hati.

Pendaman cinta yang dulu bersemi.
Kini tinggal gersang karna rindu.
Tinggal keluh kesah yang meninmpaku.
Hati kecil pun berguman.
"kenapa kau pergi meninggalkan aku"

Tanya itu bagai badai yang menghanyutkan.
Menyayat-nyayat dimalam yang sunyi dan sepi.
Memecahkan keheningan malam.
Tanpa teman bertutur kesedihan.

Ku coba benamkan kesibukan sendiri.
Bergelut dengan malam fakta.
Namun bayanganmu tetap terkubur dan tergali.
Dalam ingatan.

Selasa

Kebencianmu

Pagi yang indah berselimut kehangatan mentari yang menggores kulit.
Angin yang berhembuh melantunkan kesejukan dalam kalbu.
Awan pun malu menampakan senyum di hamparan lagit biru.
Burung-burung berkicau mengejek hatiku yang menangis sedu.

Hatiku sakit melihat kau dengan kebencian mu.
Yang menerjang ketulusan cinta yang telah kuberikan untukmu.
Ku ingin mengukir saat-saat indah bersamamu.
Saat jantungku berdetak melantunkan kidung cinta.
Yang menodai aliran darahku.
Hingga terasa hangat saat kau genggam cemariku.

Namun kini kau membenciku.
Ku tak sanggup melihat kebencianmu.
Karna aku sayang kamu.

Kamis

Sendiri (sesuatu yang kurasakan selama ini)

Sendiri...

Kini ku benar-benar sendiri

Sendiri ku melangkah melawan perihnya hati

Terbelenggu dalam setiap jejak bersama lajunya waktu

Mengiris-iris kenangan indah kau dan aku

Namun bukan kebahagian yang aku rasa

Tapi perih yang mencabik seluruh tubuh ku


Sendiri...

Kini ku jejaki waktu ku sendiri

Tanpa kau...

Tanpa dia...

Tanpa teman yang dulu ada di samping ku

Semuanya pergi meninggalkan aku sendiri

Ku sadar...

Ku sadar, ku egois

Tapi bukan semua ini yang ku mau

Bukan...

Bukan semua ini yang ku mau

Ku ingin kau...

Dia...

Dan teman-teman selalu ada untuk ku


Sendiri...

Begitu sakit mengiris di ulu hati

Hingga tak ku rasa lagi kebahagiaan seperti dulu

Mampuh kah ku bertahan melawan kesendirian ku

Hingga esok kembali datang menjemput

Menuntun ku menjelajahi waktu tanpa mu

Minggu

Penghianatan


Aku berharap engkau berhasil dengan penghianatanmu...



Engkau menghianatiku, menikam, menusuk dan membuat hatiku berdarah kembali...



Aku meringis, sakit, menjerit dan menangis...



Bukan luka menganga yang terasa sakit, namun jauh dalam dadaku, ada rasa yg sangat perih menggigit...



Hatiku perih, perasaanku pedih, jiwaku terluka parah luar biasa...



Namun, aku masih tetap biza brkata :
"smoga engkau bahagia, semoga engkau sukses dengan penghianatanmu terhadap rasa cinta kita..."



Dimalam hari tepatnya 3 bulan yang lalu...



Tiada guna kalimatmu "i'll give my life for U" ini...



Pungutlah kembali atau buanglah itu dr hidupmu...



"good bye"

Setia (hanya untukmu 2201)

Bila cinta telah dibatasi jarak dan waktu

Hari-hari pun sepi tanpa hadir mu

Ingin ku gurat cinta yang lain

Namun semua itu terhalang oleh hadir bayang mu


Betapa rindunya hati ini tanpa mu

Tanpa dekapan sayang mu

Namun semua itu

Takan rapuhkan cintaku padamu

Cintamu telah terpatri dalam relung hatiku


Andai Tuhan menciptakanmu hanya untuk ku

Kan ku langkahi waktu ini dengan bahtera cintaku

Mengarungi luasnya samudra kerinduan

Tanpa berlabuh pada cinta yang lain


Hanya bayangmu yang kan menjadi pelita dalam klabunya hatiku

Yang akan menerangi setiap langkah kakiku

Jumat

Mentari Pagi

Wahai mentari pagi

Temanilah aku

Dalam kesendirianku

Dampingi aku

Langkahi hari ini dengan kehangatanmu

Berikanlah cahaya mu

Dalam sepinya hatiku

Dan jadikanlah aku

Sahabatmu

Biarkan aku

Menceritakan semua kerinduanku ini padamu

Hanya kau

Yang selalu setia menemaniku

Di saat semua orang

Tak lagi menganggapku


Wahai mentari pagi

Sampaikan salam rinduku untuknya

Katakan disini ku sangat merindukannya

Sangat menginginkannya mendampingiku

Disaat aku menantimu dikala fatar melambaikan dinginnya

Senin

Bayangan ( rasaku )

Ingin Ku jadi jadi bayangan
Yang slalu ada
Menemani di mana pun kau berada
Yang selalu ada
Berbagi dengan apa yang kau rasa

Tapi ku hanya manusia
Yang tak pernah kau anggap ada
Walau sesungguhnya aku ada
Dan akan selalu ada
Tuk berbagi dengan apa yang kau rasa

Namun cinta yang aku rasa
Tak mampu aku ikat dalam kata
Ku hanya bisa mengubur cinta dalam jiwa
Hingga kau tak pernah tau dengan apa yang ku rasa