Sakit hati mungkin udah biasa bagi aku. Jadi aku tak pernah berlalu dalam kesedihanku. Tapi sakit hati yang kini aku rasakan. Benar-benar membuat aku takut tuk jatuh cinta. "apa mungkin karna aku terlalu cinta dia? Makanya aku sampai takut tuk jatuh cinta." Aku tak tau dengan perasaan aku ini. Padahal aku sekarang sudah jadi pacar orang lain. Tapi aku tak tau bagai mana aku mencintai dia sedangkan aku masih takut mencintai lagi. "aku takut disakiti lagi. Perih rasanya hingga stiap malam aku tak bisa tidur.
" apa lagi kata teman-teman aku. Aku sekarang tambah kurusan. Ga seperti dulu.
Ya. Aku akui kalau aku ga pernah nafsu makan. Karna dalam fikiran ku. Aku slalu mikirin dia yang tak pernah mikirin aku.
Apa begitu bodohnya aku hingga aku jadi seperti ini.
Aku ga tau.
aku benar-benar ga tau apa yang sekarang aku rasa. Kenapa aku bisa jadi seperti ini padahal berkali-kali aku disakiti. Aku slalu bisa menghadapi semua. Tapi kenapa tuk yang satu ini aku tak bisa. Kenapa?...
Andai saja hidup itu seperti matematika. Yang kalau di hitung-hitung pasti ketemu jawabannya. Aku pasti bisa tau. Kenapa aku seperti ini.
Tapi hidup itu misteri. Tak seorang pun tau jawabannya.
Rabu
Selasa
Kebencianmu
Pagi yang indah berselimut kehangatan mentari yang menggores kulit.
Angin yang berhembuh melantunkan kesejukan dalam kalbu.
Awan pun malu menampakan senyum di hamparan lagit biru.
Burung-burung berkicau mengejek hatiku yang menangis sedu.
Hatiku sakit melihat kau dengan kebencian mu.
Yang menerjang ketulusan cinta yang telah kuberikan untukmu.
Ku ingin mengukir saat-saat indah bersamamu.
Saat jantungku berdetak melantunkan kidung cinta.
Yang menodai aliran darahku.
Hingga terasa hangat saat kau genggam cemariku.
Namun kini kau membenciku.
Ku tak sanggup melihat kebencianmu.
Karna aku sayang kamu.
Angin yang berhembuh melantunkan kesejukan dalam kalbu.
Awan pun malu menampakan senyum di hamparan lagit biru.
Burung-burung berkicau mengejek hatiku yang menangis sedu.
Hatiku sakit melihat kau dengan kebencian mu.
Yang menerjang ketulusan cinta yang telah kuberikan untukmu.
Ku ingin mengukir saat-saat indah bersamamu.
Saat jantungku berdetak melantunkan kidung cinta.
Yang menodai aliran darahku.
Hingga terasa hangat saat kau genggam cemariku.
Namun kini kau membenciku.
Ku tak sanggup melihat kebencianmu.
Karna aku sayang kamu.
Senin
Kecewa Karenamu
Salahkah bila aku terlalu cintamu.
Salahkah bila aku terlalu sayang kamu.
Dan salahkah bila semua rasa ku berikan hanya untuk mu?
Jawaba nya hanya satu "TIDAK".
Karna rasa sayang takan pernah salah.
Tapi kenapa karna rasa sayang itu aku selalu merasa tersakiti. Aku selalu sakit dan sakit tanpa tau, kapan aku bisa sembuh dari rasa sakit ini.
Stiap aku teringat kenangan kenangan saat bersama mu. Aku selalu tersakiti padahal semua itu kenangan kenangan indah kita dulu. Tapi kenapa stiap aku membayangkannya aku selalu merasa sakit. Seharusnya kan aku merasa bahagia karna mengenang kenangan indah.
Tapi entah kenapa malah kebalikannya.
Andai saja aku bisa mencuci semua kenangan dalam otak ku. Pasti kan ku cuci hingga tak ada lagi kenangan kenangan dulu.
Tak ada lagi kenangan kenangan indah apalagi kenangan buruk. Hingga tak ada lagi yang akan menyakiti hati ku. Tapi semuanya tak mampu aku lakukan karna satu hal.
"KAU SUDAH MASUK DALAM HATI KU DAN TAK MAMPU KU MENGELUARKAN MU DARI HATI KU."
Mungkin kah suatu saat nanti aku bebas dari belenggu cinta mu yang fana ini.
Mampuhkah aku mengakhiri cinta mu dan menggantikan dengan cinta dari orang lain. Aku tak tau, yang aku tau sampai sekarang aku masih cinta kamu. Walau pun kamu tak pernah dan takan pernah tau. Aku disini menunggu mu.
biarlah waktu yang menjawab semua itu.dan biarlah waktu yang akan menuntun ku menjalani kehidupan ku. Walau spanjang jalan ku. Ku tersandung oleh perihnya cinta mu.
aku akan bertahan menghadapi semuanya. Hingga kau merasa bahagia tanpa kau tau disini ku terluka. Karna semua janji janji mu dulu. Yang memberi arti dalam hidup ku.
andai waktu kan memihak ku. Aku pasti kan menemukan pengganti lebih baik dari. Yang takan pernah menyakiti ku seperti yang kau lakukan pada ku.
hingga ku tak merasa kalau kau pernah ada dan mengisi kehidupan ku.
biarlah ku doakan kau bahagia dengan yang lain.tanpa kau tau dan sadari ku disini TERLUKA, TERLUKA DAN TERLUKA.
Makasih buat semuanya.
Salahkah bila aku terlalu sayang kamu.
Dan salahkah bila semua rasa ku berikan hanya untuk mu?
Jawaba nya hanya satu "TIDAK".
Karna rasa sayang takan pernah salah.
Tapi kenapa karna rasa sayang itu aku selalu merasa tersakiti. Aku selalu sakit dan sakit tanpa tau, kapan aku bisa sembuh dari rasa sakit ini.
Stiap aku teringat kenangan kenangan saat bersama mu. Aku selalu tersakiti padahal semua itu kenangan kenangan indah kita dulu. Tapi kenapa stiap aku membayangkannya aku selalu merasa sakit. Seharusnya kan aku merasa bahagia karna mengenang kenangan indah.
Tapi entah kenapa malah kebalikannya.
Andai saja aku bisa mencuci semua kenangan dalam otak ku. Pasti kan ku cuci hingga tak ada lagi kenangan kenangan dulu.
Tak ada lagi kenangan kenangan indah apalagi kenangan buruk. Hingga tak ada lagi yang akan menyakiti hati ku. Tapi semuanya tak mampu aku lakukan karna satu hal.
"KAU SUDAH MASUK DALAM HATI KU DAN TAK MAMPU KU MENGELUARKAN MU DARI HATI KU."
Mungkin kah suatu saat nanti aku bebas dari belenggu cinta mu yang fana ini.
Mampuhkah aku mengakhiri cinta mu dan menggantikan dengan cinta dari orang lain. Aku tak tau, yang aku tau sampai sekarang aku masih cinta kamu. Walau pun kamu tak pernah dan takan pernah tau. Aku disini menunggu mu.
biarlah waktu yang menjawab semua itu.dan biarlah waktu yang akan menuntun ku menjalani kehidupan ku. Walau spanjang jalan ku. Ku tersandung oleh perihnya cinta mu.
aku akan bertahan menghadapi semuanya. Hingga kau merasa bahagia tanpa kau tau disini ku terluka. Karna semua janji janji mu dulu. Yang memberi arti dalam hidup ku.
andai waktu kan memihak ku. Aku pasti kan menemukan pengganti lebih baik dari. Yang takan pernah menyakiti ku seperti yang kau lakukan pada ku.
hingga ku tak merasa kalau kau pernah ada dan mengisi kehidupan ku.
biarlah ku doakan kau bahagia dengan yang lain.tanpa kau tau dan sadari ku disini TERLUKA, TERLUKA DAN TERLUKA.
Makasih buat semuanya.
Sabtu
Memberi Hati Mendapat Cinta Memberi Cinta Mendapat Bahagia

Mau coba ikutan Kontes Menulis Peribahasa. Walau ga bisa bikin pribahasa tapi di coba deh. Kalau ini masuk yea syukur. Kalau ga masuk ya nda pa2. Yang penting dah mencoba. Ok
Pribahasa: Memberi Hati Mendapat Cinta
Memberi Cinta Mendapat Bahagia
Artinya: "Bila seseorang memberi dengan ikhlas, dengan hati. Maka orang itu akan mendapatkan yang berlipat dari pemberiannya"
Seperti yang pernah terjadi dalam hidupku.
Waktu itu aku sedang bekerja di jalanan (ya iyalah namanya juga anak jalanan). Ada seorang kakek yang duduk di samping aku. Yang kecapean sehabis menjajahkan dagangannya.
Tau ga apa yang kakek itu jajahkan?
Hanya 2 karung kapuk kapas yang tak seberapa harganya yang dia petik sendiri di belakang rumahnya. Yang dia pikul dari desanya hingga ke desaku. Padahal jarak antara desaku dan desa si kakek itu cukup jauh kira-kira 1 jam perjalanan itu pun kalau pakai sepeda motor.
Sedangkan kakek tua itu jalan kaki dari desanya hingga sampai kedesaku hanya untuk menjajahkan 2 karung kapuk kapas yang tak seberapa harganya.
Aku tersentuh banget mendengar cerita si kakek itu. Selama aku hidup di jalanan baru pertama kali ini aku mendapat pelajaran yang sangat berharga banget. Sampai tak terasa aku meneteskan air mata.
Setalah itu aku bertanya pada kakek. Apa kakek sudah makan.
Tapi kakek itu menjawab sambil terseduh "bagai mana mau makan nak. Kapuk bapak ja belum laku satu pun. Jadi dari tadi pagi bapak ga sarapan".
Lalu aku merenung sejenak dalam hati. "Ternyata masih ada orang miskin dari aku. Aku kasihan sama kakek ini."
Lalu dengan uang seadanya di saku ku pun mencoba mengajak makan siang si kakek."yuk kek, makan yuk. Tenang deh aku yang traktir." ajak aku walau sebenarnya uang disaku ku hanya cukup untuk makan siangku dan makan malam nanti. Tapi aku percaya Allah past ngasih rizki buat makan malam aku nanti.
Walau si kakek sempat menolak. Tapi aku tetap ngotot ngajak si kakek. Hingga akhirnya si kakek mau tapi si kakek minta nasi itu di bungkus.
Lalu aku bertanya sama si kakek."kok di bungkus pak? Mending makan disitu trus bapak bisa pilih lauknya"
Tau ga jawaban si kakek apa? Si kakek menjawab "biar bapak bisa makan sama istri bapak. Istri bapak juga pasti belum makan"
Mendengar jawaban si kakek aku semakin iba. Semakin ingin menangis. Ternyata masih ada cinta sejati di dunia ini.
Betapa setianya si kakek. Walau dia menahan laper dari tadi pagi tapi dia tetap ingat dengan istrinya. Betapa terharunya aku melihat kesetiaan si kakek. Walau dia sudah tua tapi dia masih tetap setia.
Kemudian aku pun mengajak kembali si kakek." ya udah pak kita makan dulu. Terus nanti ngebungkus buat istri bapak" walau pada akhirnya aku menghutang dulu pada ibu warung.
Tak di sangka dan tak di duga esok harinya aku mendapatkan rizki yang cukup berlimpah dari Allah S.W.T.
Aku pun bersyukur banget.
Andai waktu itu aku melihat si kakek itu lagi aku pasti akan membagi sebagian rizkiku pada si kakek.
nb: maaf bila ada kata2 kurang enak dibaca. Soalnya kejadiannya dah cukup lama. Sudah ingat-ingat lupa. Apalagi ngeterjemahin bahasa jawa ke bahasa indonesia. Gampang2 susah. He...he..he...
Kamis
Sendiri (sesuatu yang kurasakan selama ini)
Kini ku benar-benar sendiri
Sendiri ku melangkah melawan perihnya hati
Terbelenggu dalam setiap jejak bersama lajunya waktu
Mengiris-iris kenangan indah kau dan aku
Namun bukan kebahagian yang aku rasa
Tapi perih yang mencabik seluruh tubuh ku
Sendiri...
Kini ku jejaki waktu ku sendiri
Tanpa kau...
Tanpa dia...
Tanpa teman yang dulu ada di samping ku
Semuanya pergi meninggalkan aku sendiri
Ku sadar...
Ku sadar, ku egois
Tapi bukan semua ini yang ku mau
Bukan...
Bukan semua ini yang ku mau
Ku ingin kau...
Dia...
Dan teman-teman selalu ada untuk ku
Sendiri...
Begitu sakit mengiris di ulu hati
Hingga tak ku rasa lagi kebahagiaan seperti dulu
Mampuh kah ku bertahan melawan kesendirian ku
Hingga esok kembali datang menjemput
Menuntun ku menjelajahi waktu tanpa mu
Langganan:
Postingan (Atom)